Minggu, 20 Desember 2009

"Alibi Pendosa"

Princess d'
Dalam malam-malam sepi
Kerlip Bintang yang meredup
Cahaya Bulan yang ditelan pekat
Lolong-lolong sunyi merebak

Jauh terlelap
Melanglang mimpi-mimpi
Mewujudkan angan
Karena disini eksistensi diakui


Manusia yang rapuh
Ingin sempurna tak tersaing
Tapi sayang takdir menolak
Selalu ada titik kecil noda


Takdir yang tak sesuai asa
Melelehkan airmata tak sudi
Amarah pun berkobar
Menyalahkan Sang Penentu Takdir


Cinta pun meredup
Perlahan terkikis dari Hati
Mempertanyakan Nurani
Masihkah Aku Manusia ???


Dengan segala dosa
Semua khilaf dan salah
Yang tak terhingga banyaknya
Masihkah Surga terbuka ???


Dengan semua alibi
Segala alasan penutup malu dan takut
Yang keluar dari hati pendusta
Masihkah Tuhan memaafkan ???


" Dalam malam-malam sepi, Mewujudkan angan melalui mimpi.
                              Dalam hidupku , Sabtu 12 Desember 2009"

Sabtu, 17 Oktober 2009

"Bosan..."

Sebenarnya
Inilah hidupKu
Rutinitas yang sama
Datang dan pergi seperti angin lalu

Membosankan
Mencari sela diantara jenuhnya pikiran
Menerawang alam tak berbatas
'Tuk lenyapkan rasa

Tapi tetap saja
Aku ada disini
Dalam hidup yang tak bermakna
Dalam kebosanan yang mengkafirkan

Tak ada lagu kehidupan
Yang ada hanya nyanyian duka
Karena hidup terus berharap
Tapi pahit mengubah semua rasa

Bosan
Bosan
Bosan
Sekali...

Benci
Benci
Benci
Sekali...

Tapi apa daya
Bahkan upaya tiada
Terus bermimpikah..?
Akh,Bosan...

InginKu bukan mau hatiKu
MauKu bukan ingin hidupKu
InginKu mencintai hati
MauKu menikmati hidup


Tak ingin bosan mengganti suka
Tak mau sedih merampas tawa
Terus hidup dalam lingkaran bahagia
Terus hidup tanpa bosan

Tapi bagaimanapun
Bosan tetaplah warna hidup
meski kadang menyesakkan
Bosan tak pernah bosan 'tuk singgahi hati

Membawa hidup ke takberdaya
Menyesatkan hati ke kekafiran
Dan terus merongrong
Hingga jatuh ke juarang putus asa

Aku bos...an
Aku bosan
Bosan hidup
Ingin mati, Saja...

Bosan
Mati
Habis perkara dunia
Tinggal tanggung jawab kepada yang punya hidup mati...



"Dalam kebosananku yang terus hidup menyubur.
Dalam hidupku, Selasa 1 September 2009".

Selasa, 06 Oktober 2009

"Sepi Ku"

Disana ada tawa
Disana ada bahagia
Disana ada berbagi
Tapi disini Aku sendiri

Ada senyum di bibir mereka
Ada bahagia di mata mereka
Ada cahaya di hidup mereka
Sementara Aku hanya berteman pekat

Bukan ingin menutup hati
Bukan juga meratapi nasib
Apalagi ingin hidup tanpa kawan
Tapi lidah terasa kelu saat ingin membagi kisah

InginKu seperti mereka
Tertawa..Bahagia..Berbagi
Mencumbui nikmatnya cinta
Merasai hidup yang indah

Ada bisik berkata
Senyumlah sepahit apapun takdir
Kuatkan hati bahwa kamu bisa
Meski nasib akan mempermainkan jalan

Mentari akan selalu terbit
Meski malam sangat panjang
Takkan ada hidup yang lebih indah
Selain hidup yang Kau punya saat ini

Disini Aku
Sendiri
Di ujung jalan putus asa
Menunggu takdir membawa bahagia

Disini hatiKu
Sepi
Merindui cinta
'Tuk lengkapi belahan jiwa

Datanglah cinta
Singgahlah bahagia
LingkupiKu dengan tawa
Kunanti disini

Kemarilah kekasih
BeriKu cinta tulusMu
BuatKu bahagia seumur hidupKu
Kuharap Engkau...



"Dalam kesepian hidupku yang merindui cinta.
Dalam hidupKu,Rabu 26 Agustus 2009"

Sabtu, 11 Juli 2009

"Sayap-Sayap Patah"

Bila Aku ingat kembali
Tentang semua yang lalu
Saat kebahagiaanku terampas
Aku tidak ingin punya waktu lagi

Bila Aku kenang kembali
Tentang semua sejarah
Saat kesedihan melanda hidupku
Aku tidak ingin lebih lama lagi

Bila aku teringat
Tentang semua kisah
Saat permata hatiku terenggut
Aku ingin waktu berhenti

Bila Aku mengenang
Tentang semua airmata
Saat derita silih berganti
Aku ingin mati...

Aku tidak ingin punya waktu lagi
Aku tidak ingin lebih lama lagi
Akuingin waktu berhenti
Aku ingin mati...

Meski cinta meski malaikat
Membujuk merayu
Aku tidak ingin menunggu lagi
Aku lelah...

Masih berapa lama lagi
Sampai waktuku tiba
Sampai waktuku habis
Sampai saatnya nanti

Cukup sudah airmata
Sampai disini derita
Biar waktuku berhenti
Mengatakan selamat mati

Aku bukan Chairil Anwar
Yang ingin hidup seribu tahun lagi
Aku bukan burung Rajawali
Yang akan tetap terbang meski sayapnya patah

Aku hanya ingin punya satu waktu
Tanpa airmata tanpa derita
Bersama bahagiaku bersama permata hatiku
Atau mati...

Yang hilang biarlah hilang
Bersama deritaku
Yang pergi biarlah pergi
Bersama airmataku

Sudah cukup waktuku
Biar aku MATI...

"Kafir"

Hidup makin hari makin kompleks
Ada aja dan aja ada
Makin banyak yang insyaf
Eh yang murtad juga gak kalah
Ditanya islam...ya iyalah
buktinya ngazan di masjid tiap shubuh
Magribnya ngedangdut di karaokean
Ck..ck..iman..iman
Ada juga nih
Yang jilbabnya cuma keliatan mata doank
eh..eh punya pacar
Padahal mau dicari dari awal alif sampe ujung ya pun
Gak ada tuh yang namanya pacar-pacaran
'Atas nama cinta'
Mungkin hadits baru kali ya
Gak kalah juga
Para nabi baru mulai menjamur
Soalnya umat mulai bosan
Mau nyari yang gampang-gampang aja
Islam gak gaul katanya...norak
Padahal kan harusnya umat mengikuti islam
Bukan islam ngikut umat
Tapi emang dasar...
Dasar umat kafir
Dari nenek moyang udah salah kaprah
Ya gini deh cucu ikutan kafir
Yah...minimal masih islam
Kesempatan masuk surga masih ada
Apa benar begitu
Tau deh...yang pasti neraka menanti
Mungkin umat perlu demo sama Tuhan
Kayak yang lagi marak di Indonesia sekarang
Temanya 'Say No To Neraka'
Tapi gimana neraka gak ada coba
Aset berpikir udah dikasih sama Tuhan
Tapi boro-boro
Otak udah penuh sama uang dan uang
Hati berbunga-bunga oleh nafsu
IYO TO...!!! Cry

Rabu, 27 Mei 2009

"Cerita pemilu II"

Pemilu legislatif sudah usai
Pesta demokrasi terbesar
Yang glamour en mewah
Yang mengeruk kantong rakyat
Sampe abis sampe puasss...
Seperti biasa
Sisa-sisa pesta masih berserakan
menuai kritik en komplain
Dari pemilih,yang dipilih,penyelenggara
en semua yang punya kepentingan
Surat suara tertukar lah
DPT yang amburadul lah
Mobilisasi uang lah
Pokokny yang lah lah deh...
Yang suaranya banyak
Mulai ancang-ancang koalisi
Padahal gak tahu suaranya itu murni atau gak
Yang suaranya dikit
Nyari sasaran sana-sini
Buat dijadiin tersangka
Yang paling rame sih DPT
Parpol-parpol ngomongin DPT
Atas nama komunikasi politik
Biar dibilang peduli
Padahal ujung-ujungnya
DUIT PUNYA TUAN parpol alias DPT
Caleg en parpol boleh kalah atau menang
Si kalah en si menang
Boleh hura-hura atau saling jotos
Tapi
Coba loe liat kemenangan itu dalam diri sendiri
Loe menang,,,
Karena loe rakyat bukan sekedar rakyat
Loe kalah,,,
karena loe rakyat kritis tapi krisis
Kitalah yang empunya pesta
Kita ditonton ribuan mata dunia
Jadi jangan bikin malu ya..!!!